Jumat, 28 Maret 2014

KESEHATAN MENTAL

KONSEP SEHAT

Sehat (Health) secara umum dapat dipahami sebagai kesejahteraan secara penuh (keadaan yang sempurna) baik secara fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau keadaan lemah. Sedangkan di Indonesia, UU Kesehatan No. 23/ 1992 menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial dimana memungkinkan setiap manusia untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis. World Health Organization (WHO, 2001),menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya. Dengan kesehatan mental yang baik, individu akan dapat tampil optimal sesuai kapasitasnya serta produktif, yang pada gilirannya akan menunjang pada terciptanya masyarakat yang maju. Sebaliknya bila kesehatan mental seseorang rendah, orang akan sangat menderita, kualitas hidupnya buruk, bahkan hingga menyebabkan kematian.

SEJARAH KESEHATAN MENTAL

Sejarah Kesehatan Mental berkembang seiring dengan adanya revolusi pemahaman masyarakat mengenai mental yang sehat dan cara-cara penanganannya, terutama di masyarakat barat. Adapun tahap-tahapan perkembangan sejarah  kesehatan mental, yaitu:

TAHAP DEMONOLOGI (sebelum abad pertengahan)
Kesehatan mental dikaitkan dengan kekuatan gaib, kekuatan spiritual, setan dan makhluk halus, ilmu sihir, dan sejenisnya. Gangguan mental terjadi akibat kegiatan yang menentang kekuatan gaib tersebut. Sehingga bentuk penanganannya, tidak ilmiah dan kurang manusiawi, seperti: upacara ritual, penyiksaan atau perlakuan tertentu terhadap penderita dengan maksud mengusir roh jahat dari dalam tubuh penderita.

TAHAP PENGENALAN MEDIS (4 abad SM – abad ke-6 M)
Mulai 4 abad SM muncul tokoh-tokoh bidang medis (Yunani):
Hipocrates, Hirophilus, Galenus, Vesalius, Paracelsus, dan Cornelius Agrippa, mulai menggunakan konsep biologis yang penanganannya lebih manusiawi. Gangguan mental disebabkan gangguan biologis atau kondisi biologis seseorang, bukan akibat roh jahat. Mendapat pertentangan keras dari aliran yang meyakini adanya roh jahat.

TAHAP SAKIT MENTAL DAN REVOLUSI KESEHATAN MENTAL
Mulai muncul pada abad ke-17: Renaissance (revolusi Prancis), dengan tokohnya: Phillipe Pinel. Mengutamakan: persamaan, kebebasan, dan persaudaraan dalam penanganan pasien gangguan mental di rumah sakit secara manusiawi. Terjadi perubahan dalam: pemikiran mengenai penyebab gangguan mental dan cara penanganan dan upaya penyembuhan. Tokoh-tokoh lain yang mendukung adalah :
a. William Tuke (abad 18), di Inggris: perlakuan moral pasien asylum
a. Benjamin Rush (1745-1813), di Amerika Serikat: merupakan bapak kedokteran jiwa Amerika
b. Emil Kraepelin (1855-1926), di Jerman: menyusun klasifikasi gangguan mental pertama
c. Dorothea Dix (1802-1887), di Amerika: mengajar dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat miskin dan komunitas perempuan di penjara
d. Clifford Beers (1876-1943), di Amerika: pengusaha yang mendirikan gerakan kesehatan mental di Amerika.

 TAHAP PENGENALAN FAKTOR PSIKOLOGIS (Abad ke-20)
Merupakan Revolusi Kesehatan Mental ke-2: munculnya pendekatan psikologis (Psikoanalisa) yang mempelopori penanganan penderita gangguan mental secara medis dan psikologis. Tokoh utamanya adalah Sigmund Freud, yang melakukan: penanganan hipnose, katarsis, asosiasi bebas, analisis mimpi. Tujuannya adalah mengatasi masalah mental individu dengan menggali konflik intrapsikis penderita gangguan mental. Intervensi tersebut dikenal dengan istilah penanganan klinis (psikoterapi).

TAHAP MULTIFAKTORIAL
Mulai berkembang setelah Perang Dunia II. Kesehatan mental dipandang tidak hanya dari segi psikologis dan medis, tetapi melibatkan faktor interpersonal, keluarga, masyarakat, dan hubungan sosial. Interaksi semua faktor tersebut diyakini mempengaruhi kesehatan mental individu dan masyarakat. Merupakan Revolusi ke-3 Gerakan Kesehatan Mental dengan tokohnya: Whittingham Beers (buku ”A Mind That Found Itself”), William James, dan Adolf Meyer. Menurut pandangan ini, penanganan penderita gangguan mental, lebih baik dilakukan sejak tahap pencegahannya, yaitu:
a. pengembangan perbaikan dalam perawatan dan terapi terhadap penderita gangguan mental
b. penyebaran informasi yang mengarah pada sikap inteligen dan humanis pada penderita gangguan mental
c. mengadakan riset terkait
d. mengembangkan praktik pencegahan gangguan mental.
Adapun organisasi terkait yang berkembang, antara lain: Society for Improvement The Condition of The Insane (London-1842) dan American Social Hygiene Association (AS-1900).

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

A. PSIKOANALISA
Pendekatan yang meyakini bahwa interaksi individu pada awal kehidupannya serta konflik intrapsikis yang terjadi akan mempengaruhi perkembangan kesehatan mental seseorang. Faktor Epigenetik mempelajari kematangan psikologis seseorang yang berkembang seiring pertumbuhan fisik dalam tahap-tahap perkembangan individu, juga merupakan faktor penentu kesehatan mental individu. Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis dapat dipandang sebagai teknik terapi dan sebagai aliran psikologi. Sebagai aliran psikologi, sikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian, khususnya dari segi struktur, dinamika, dan perkembangannya.
Tingkat Kehidupan Mental

  • Alama tidak sadar
Alam tidak sadar menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan, maupun insting yang tidak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan kita. Alam tidak sadar merupakan penjelasan dari makna yang ada di balik mimpi, kesalahan ucap, dan berbagai jenis lupa yang dikenal sebagai represi.
  • Alam bawah sadar
Alam bawah sadar memuat semua elemen yang tidak disadari, tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud,1933/1964). Isi dari alam bawah sadar datang dari 2 sumber, yaitu persepsi sadar dan alam tidak sadar.
  • Alam sadar
Alam sadar didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Isi alam sadar datang dari 2 sumber, yaitu kesadaran perseptual dan struktur mental.
Wilayah Pikiran
  • Ego
Ego bisa menembus berbagai tingkat topografis dan memiliki komponen alam sadar, alam bawah sadar, dan alam tidak sadar. Ego adalah satu-satunya wilayah pikiran yang memiliki kontak dengan realita yang berperan dalam pengambilan keputusan dari kepribadian. Ego dikendalikan oleh prinsip kenyataan.
  • Id
Id berada di alam bawah sadar. Id tidak ada kontak dengan dunia nyata, tetapi selalu berupaya untuk meredam ketegangan dengan cara memuaskan hasrat-hasrat dasar. Id dikendalikan oleh prinsip kenyataan. Id beroperasi berdasarkan proses pertama (primary process), dan proses sekunder (secondary process).
  • Superego
Superego berada pada alam bawah sadar dan alam tidak sadar. Superego mewakili aspek moral dan ideal dari kepribadian serta dikendalikan oleh prinsip moralistis dan idealis. Suerego memiliki 2 subsistem, yaitu suara hati dan ego ideal.
Keperibadian yang normal (sehat) :
-          Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola  perkembangan yang ilmiah.
-          Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
-          Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego                  
            terhadap id dan ego. Prayitno (1998:42)

B. BEHAVIORISTIK
Pendekatan yang meyakini Proses pembelajaran dan Proses belajar sosial akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Kesalahan individu dalam proses pembelajaran dan belajar sosial akan mengakibatkan gangguan mental. Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu fungsi stimulus, artinya determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol,2005 : 7). Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

C. HUMANISTIK
Perilaku individu dipengaruhi oleh hirarkhi kebutuhan yang dimiliki. Selain itu, individu diyakini memiliki kemampuan memahami potensi dirinya dan berkembang untuk mencapai aktualisasi diri. Terdapat salah satu tokoh humanistik yang mengemukakan teori mengenai :
Teori Kepribadian Matang – Model Allport
Menurut Allport, individu-individu yang sehat dikatakan mempunyai fungsi yang baik pada tingkat rasional dan sadar. Menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Pandangan orang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Orang yang matang dan sehat juga akan terus menerus membutuhkan motif-motif kekuatan dan daya hidup yang cukup untuk menghabiskan energi-energinya.
Kriteria Kepribadian Yang Matang
Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat.
1.    Perluasan Perasaan Diri
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
3.  Keamanan Emosional
4. Persepsi Realistis
5. Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas
6. Pemahaman Diri
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Adapun pokok-pokok teori psikologi humanistik yang
dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut (Koeswara, 2001 :112-
118 dan Alwisol 2005 : 252-270)
1.Prinsip holistik
2.Individu sebgai penentu bagi tingkah laku dan pengalamannya sendiri.
3.Manusia tidak pernah diam
4.Individu sebagai keseluruhan yang integral, khas, dan terorganisasi
5.Manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik
6.Manusia memiliki potensi kreatif
7.Selft-fulfillment
8.Manusia memiliki bermacam kebutuhan


Referensi
Feist,Jess.,Gregory J.Feist. (2013). Theories of Personality, 7th ed. Salemba Humanika: Jakarta
fakhrurrozi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24029/KesMen.ppt
wardalisa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26403/Materi%2B08%2B-%2BTeoriKepribadianAllport.pdf
ebekunt.files.wordpress.com/2009/11/psikologi-kepribadian.pdf





Tidak ada komentar:

Posting Komentar